Kesehatan

Waspadai 10 Makanan Penyebab Kolesterol Tinggi

Kolesterol kerap dianggap sebagai zat jahat penyebab timbulnya berbagai penyakit berbahaya di dalam tubuh. Padahal tidak demikian jika kadar kolesterol di dalam darah dalam batas normal, yakni tidak lebih dari 200 mg/dl. Dari segi ilmu kimia, kolesterol adalah senyawa lemak komplesk yang dihasilkan oleh tubuh dengan bermacam macam fungsi, seperti membuat hormon seks, hormon korteks, adrenal, vitamin D, dan membuat garam empedu guna membantu usus menyerap lemak.

Jadi, apabila takarannya pas atau normal, kolesterol adalah lemak yang berperan pentung dalam tubuh. Tapi jika terlalu banyak, kolesterol dalam aliran darah justru berbahaya bagi tubuh. Kelebihan kolesterol akan menyebabkan zat tersebut bereaksi dengan zat lain dalam tubuh dan akan mengendap dalam pembuluh darah arteri. Pada gilirannya, kondisi itu dapat menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah hingga penyumbatan dan pemblokiran aliran darah.

Akibatnya, jumlah suplai darah ke jantung berkurang, terjadi sakit atau nyeri dada yang disebut angina dan bahkan bisa menjurus ke serangan jantung. Maka dari itu, penting bagi siapa saja untuk membatasi konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Seperti diketahui, selain diproduksi oleh hati, kolesterol juga bisa ditemukan dalam makanan.

Melansir berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa makanan penyebab kolesterol yang perlu diwaspadai: Melansir My Food Data, makanan cepat saji, seperti hamburger, hot dog, dan pizza dapat mengandung 465 mg kolesterol per pesanan atau per saji yang merupakan 155 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian. Sementara, dalam 100 gram bahan makanan cepat saji saja, dapat menyediakan 173 mg kolesterol atau 58 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian.

Hati sapi termasuk makanan yang mengandung kolesterol tinggi sehingga konsumsinya perlu dibatasi agar tidak menyebabkan masalah kesehatan. Dalam 100 gram bahan hati sapi, terkandung 494 mg kolesterol yang merupakan 164 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian bagi orang dewasa. Tak hanya bagian hati, sebagian besar organ dalam atau jeroan sapi maupun hewan lainnya juga termasuk sumber makanan tinggi kolesterol yang harus diwaspadai, seperti jantung, usus, babat, atau otak.

Daging ayam yang berlemak, seperti pada bagian paha ayam dan sayap ayam dapat menyediakan kandungan kolesterol yang cukup tinggi. Misalnya saja, dalam 100 gram bahan paha ayam, terkandung 127 mg kolesterol atau 42 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian. Sedangkan dalam satu buah sayap ayam, bisa menyediakan 40 persen jumlah kolesterol harian.

Maka dari itu, konsumsi daging ayam berlemak perlu dibatasi meski termasuk sumber protein yang baik. Udang, seperti semua makanan laut lainnya, memang mengandung lemak omega 3 dan omega 6 yang tinggi, sehingga menjadikannya sehat. Namun perlu diketahui, bahwa udang memiliki kolesterol paling banyak dibanding ikan atau makanan laut apa pun.

Dalam 100 gram udang, dapat terkandung 252 kolesterol yang merupakan 84 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian. Dengan begitu, penting untuk membatasi konsumsi udang agar terhindari dari penyakit. Ragam makanan penutup tertentu, seperti chocolate mousse hingga es krim bisa menjadi makanan yang mengandung kolesterol tinggi.

Dalam 1/2 cup (200 gram) chocolate mousse, terkandung 283 mg kolesterol yang merupakan 94 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian. Sementara itu, dalam 1/2 cup es krim manis, dapat menawarkan 33 persen kebutuhan kolesterol harian. Selain mengandung kolesterol tinggi, makanan penutup ini kerap ditambah gula, lemak, dan kalori tidak sehat.

Sering sering menikmati makanan ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan secara keseluruhan dan menyebabkan penambahan berat badan dari waktu ke waktu. Penelitian telah mengaitkan tambahan asupan gula dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, penurunan kognitif dan kanker tertentu. Selain itu, makanan ini sering kali tanpa disertai nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk berkembang.

Telur adalah salah satu makanan paling bergizi yang bisa dimakan. Telur merupakan sumber protein yang sangat mudah diserap dan sarat dengan nutrisi bermanfaat, seperti vitamin B, selenium, dan vitamin A. Namun sayang, telur tetap saja mengandung kolesterol tinggi.

Dalam satu butir telur berukuran besar, dapat mengandung 187 mg kolesterol atau 62 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian. Maka batasi konsumsi telur demi kesehatan, terutama bagi yang sudah terlanjur mengidap kolesterol tinggi. Batasi diri, paling tidak makan telur maksimal 1 butir sehari. Baca juga: 11 Kandungan Gizi dalam Telur Ayam dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Krim kocok atau whipped cream adalah bahan makanan yang sering digunakan untuk mempercantik kue. Krim kocok ini biasanya dibuat dari 30 persen lemak susu dan termasuk makanan tinggi kolesterol. Dalam 100 garam krim kocok, terkandung 111 mg kolesterol yang merpakan 37 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian.

Melansir Health Line, daging olahan, seperti sosis, dan bacon adalah makanan kolesterol tinggi yang harus dibatasi. Konsumsi daging olahan yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan angka penyakit jantung dan kanker tertentu seperti kanker usus besar. Sebuah tinjauan besar yang melibatkan lebih dari 614.000 peserta menemukan bahwa setiap tambahan 50 gram daging olahan per hari dikaitkan dengan risiko 42 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung. Dalam 100 gram bacon sendiri, dapat terkandung 99 mg kolesterol yang merupakan 33 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian.

Penggunaan atau konsumsi mentega perlu dibatasi karena bisa menyebabkan kolesterol tinggi. Dalam 100 gram mentega, terkandung 215 mg kolesterol yang merupkan 72 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian. Makanan yang digoreng, seperti daging goreng dan stik keju adalah makanan tinggi kolesterol yang perlu dibatasi konsumsinya. Hal itu dikarenakan, bahan makanan tersebut sarat dengan kalori dan dapat mengandung lemak trans, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan merusak kesehatan dengan banyak cara lain.

Selain itu, konsumsi makanan yang digoreng telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas dan diabetes. Beberapa jenis makanan lain yang digoreng juga dapat menjadi penyebab kolesterol, apalagi jika digoreng menggunakan minyak satur atau mentega yang mengandung lemak trans.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *